@Nami & Andri : makasih sudah baca ^^
________________________________________
Chapter 12~Vongola, Cavallone, Trident Mosquito
________________________________________
Manshion Vongola di Jepang, berada di pinggiran kota Tokyo—sebuah mansion yang dikelilingi oleh hutan kecil yang terawat sejak ratusan tahun yang lalu. Pengamanan tampak sangat ketat, didalamnya terdapat beberapa rumah tempat semua anak buah Vongola tinggal disana.
Mansion utama, ditempati oleh tamu-tamu Vongola, Don Vongola, dan juga para guardiannya.
Sebuah ruangan pertemuan, kini sudah diisi oleh beberapa orang dari pihak Vongola, CEDEF, dan juga Arcobaleno. Seorang pria yang mirip dengan Hibari dan juga ayahnya—Vongola 9th duduk di salah satu kursi disana, dikelilingi oleh dua orang disisi kanan dan kiri.
“Jadi—Vongola Decimo diculik?”
“Bukan hanya itu—Touchirou, Andri, dan juga Shirosaki terluka parah saat bertarung dengan Millefiore,” Hibari Roku—ayah Hibari serta CEDEF 9th itu tampak hanya menutup matanya dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada, “menurut informasi dari Thunder Guardian Millefiore yang tertangkap, diketahui kedua penyerang lainnya adalah Kikaichu yang merupakan Sun Guardian Millefiore, dan juga Kazou Ayame—Mist Guardian Millefiore…”
Al melihat kearah Ichimaru yang tampak mengepalkan tangannya, tetapi mencoba untuk tetap tenang dan diam.
“Bagaimana dengan keadaan mereka bertiga?”
“Touchirou yang keadaannya paling stabil, tetapi tetap saja dalam keadaan yang cukup parah—Andri terkena racun yang cukup parah dan sedang dalam penanganan tim medis, dan—Shirosaki, yang paling parah—“ diam sejenak, memberikan jeda dari dua kalimat itu, “—tusukan itu hampir mengenai jantung…”
…
“Detik-detik terakhir sepertinya ia menyadari kalau akan ada serangan dari Kikaichu dan ia menghindar dari serangan vital…” Reborn melanjutkannya sambil menatap kearah Kai, “untung saja Kai berhasil meramalkannya walaupun sedikit terlambat karena mereka sudah dikalahkan terlebih dahulu—“
“Bagaimanapun aku belum bisa menguasai kekuatanku seperti ibu,” menghela nafas sambil melihat cincin yang ada dijari tengahnya itu, “aku tidak bisa dengan cepat meramalkan masa depan seperti yang dilakukan ibu…”
“Tetapi kau sudah melakukan yang terbaik dame-Kai,” Reborn menepuk kepala Kai.
“Aku sudah meminta Vemy untuk menyelidikinya,” orang yang berada di sisi kanan Vongola 9th itu tampak berbisik kearahnya, “tetapi butuh waktu—dan mungkin sebaiknya kita menunggu hingga yang lainnya sembuh…”
“Mungkin—aku sudah meminta Shamal untuk kemari, ia pasti bisa menyembuhkan mereka bertiga…”
“Apakah tidak ada yang lain yang bisa anda panggil nono?” seorang perempuan yang berada di sisi kiri Vongola 9th itu tampak terlihat cemas, “anda tahu kalau dia—“
“Se—sensei, aku harus menemui Ichimaru-san, boss, dan juga Vongola-san—“ suara anak perempuan terdengar di balik pintu menuju ke ruangan pertemuan itu.
“Ayolah Vemy-chan, aku kemari juga bukan hanya ingin menyembuhkan mereka bertiga~” suara pria yang asing itu terdengar, tetapi dengan segera Ichimaru yang paling dekat dengan pintu masuk itu membuka menunjukkan pria dengan rambut hitam dan juga janggut yang tidak dicukur rapi.
“Sensei, jangan menggoda perempuan seenaknya apalagi Vemy—“ Ichimaru menghela nafas dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada, “—bagaimanapun ia adalah guardianku, jadi dia adalah tanggung jawabku…”
“Aku jauh-jauh dari Italia dan tidak boleh menggoda perempuan?”
“Jauh-jauh dari perempuan itu dasar dokter mesum!” seseorang datang-datang sudah menendang kepala Shamal hingga menjauh dari perempuan bernama Vemy itu. Dengan segera berlari kecil dan bersembunyi dibelakang Ichimaru—menatap Shamal dan juga perempuan berambut cokelat panjang dengan mata berwarna hijau.
“Rose-san seperti biasanya tetap bersemangat ya—“ tertawa, Ichimaru melihat perempuan yang tampak lebih tua darinya itu.
“Ichimaru-kun, sudah lama tidak bertemu dan kau tetap seperti bocah ingusan,” perempuan bernama Rose itu tampak tertawa dan menepuk kepala Ichimaru.
“Aku sudah berusia 20 tahun Rose-san,” Ichimaru masih tersenyum dan menatap Shamal yang mengaduh sambil memegangi pipinya yang ditendang oleh Rose.
“Tendangan yang hebat Rose, bagaimana kalau sekarang kau memukul bibirku dengan bibirmu~” berlari—akan mencium Rose yang ada didepan Ichimaru sebelum perempuan itu memukul telak hidung Shamal sambil tetap tersenyum dan berbicara dengan Ichimaru.
“Kudengar Hibari diculik, makanya aku ingin membantu menolong sepupuku yang manis itu~”
“Kuingatkan kalau Hibari itu laki-laki Rose-san,” Ichimaru berjalan masuk bersama dengan Rose dan juga Vemy yang masih tidak jauh dari Ichimaru.
“Aku tahu kok—“
“Lalu Vemy, kau mendapatkan informasi penting?” Ichimaru melihat kearah Vemy yang mengangguk sambil membuka file yang ada ditangannya.
“A—aku mendapatkan informasi tentang Millefiore, dan ketika sedang menghack program dari komputer Millefiore, aku mendapatkan salah satu rekaman di markasnya—“ menekan sebuah tombol, memunculkan sebuah layar dan juga proyektor yang menghubungkan dengan komputer utama di markas.
…
Rekaman terakhir yang menunjukkan saat Hibari yang disekap disebuah gedung pencakar langit, dan diikat bersama dengan Ayame dan juga Fierce dan Zetka. Suara yang tampak berbisik membuat mereka tidak mendengar suara apa yang dikatakan mereka bertiga.
Tetapi, ketika terlihat Ayame yang mengacungkan pistol dan Hibari yang tampak berbicara—sudah cukup untuk melihat kalau situasi disana menjadi berbahaya.
Dan suara pistol yang tertembak mengakhiri video itu—dan semua yang ada diruangan terdiam.
“Apa—yang mereka lakukan…”
“Hei, ini bukan video rekayasa bukan?” Ryu tampak berdiri dari kursinya dan menatap kearah Vemy yang terkejut dengan bentakan Ryu.
“Ti—tidak, kami sudah melacaknya dan itu memang rekaman itu asli dari markas Millefiore…”
…
“Tetapi dimana mereka menyekap Hibari—“ pemuda yang berambut hitam dengan topeng berwarna orange yang menutupi seluruh wajahnya selain matanya itu tampak menatap layar sambil memiringkan kepalanya.
“Osaka—“ semuanya menatap kearah pemuda berambut hitam dengan mata berwarna cokelat yang sedaritadi hanya diam dan menyilangkan kedua tangannya.
“Bagaimana kau bisa yakin Shun?”
“Gedung itu adalah Umeda Sky Building—“ menunjuk dengan sebuah pointer yang ada didepannya dan menunjuk sebuah jembatan yang menghubungkan antar dua buah gedung yang ada saat video itu dihentikan, “—aku pernah kesana dan tidak akan mungkin salah.”
“Kalau begitu—apa yang kita tunggu,” suara yang tidak asing terdengar dan semua melihat kearah ambang pintu untuk menemukan Andri yang berdiri dengan susah payah disana—wajahnya tampak pucat dengan nafas yang sedikit memburu.
“Andri, kau masih belum kuat untuk berdiri!”
“Memangnya kenapa, aku sudah bisa berjalan—lagipula hampir saja aku mengalahkannya kalau perempuan itu tidak kabur,” Vemy mencoba untuk membantunya berjalan, sementara Ichimaru tampak tidak menatap Andri karena sedang membicarakan Ayame—yang merupakan mantan kekasihnya itu.
“Andri—kau tidak akan kemana-mana sebelum kau sembuh…”
“Tetapi kakek—!” ketika Andri akan protes sekali lagi, tiba-tiba tubuhnya limbung dan tidak sadarkan diri. Dengan segera Vemy menahan tubuh Andri agar tidak terjatuh ke lantai.
Seekor nyamuk tampak terbang dibelakang kepala Andri sebelum menuju keseseorang yang ada di balik pintu.
“Yang benar saja—aku tidak mau merawat laki-laki karena mereka semua itu !!!*kata ini disensor oleh Admin*!!!,” Shamal menghela nafas dan membiarkan nyamuk itu berterbangan disekitarnya, “aku sudah mengobati pemuda ini—tetapi, ia akan mengalami demam, begitu juga dengan dua yang lainnya…”
“Aku berhutang padamu Shamal,” Vongola 9th tampak tersenyum dan menghela nafas lega meskipun tampak tidak tenang, “julukanmu sebagai ‘Trident Mosquito’ memang bukan hanya sekedar gelar eh?”
“Tentu saja, kalau hanya luka seperti mereka bertiga tidak bisa kusembuhkan—jangan menyebutku dengan sebutan itu…” mengeluarkan sebuah kapsul dan memasukkan kembali nyamuk yang tadi mengintarinya, “butuh waktu 1 minggu untuk mereka sembuh benar—apalagi dengan keadaan Shirosaki Ryu…”
…
“Kalau begitu—Ryu dan juga yang lainnya akan diurus oleh Kai dan juga Ichimaru…”
“Eh?” Ryu menatap kakek Hibari.
“Kalian akan berlatih selama 1 minggu ini untuk menguasai flame kalian masing-masing…”
“Aku juga akan membantu begitu juga dengan guardianku,” Rose tampak tersenyum dan menatap kearah Kai dan juga Ryu, “bagaimanapun—Cavallone adalah aliansi dari Vongola yang paling dekat bukan?”
________________________________________
To Be Continue
________________________________________
Satu karakter original me lagi, namanya dr. Shamal—ga ada posisi di kelompok manapun ^^ ini dia biodatanya~
Nama : dr. Shamal
Status : dokter khusus mafia, Trident Mosquito
Sifat : Playboy, cuma senang ngobatin cewe aja
Flame : Storm Sun Flame
Power : Dia punya kapsul yang berisi nyamuk, punya beberapa khasiat untuk nyembuhin hampir semua penyakit kalau digigit nyamuk ini.
Weapon : Trident
Silahkan di review lagi~ :3